Melawan COVID-19

Bermula pada bulan Desember 2019 dari kota Wuhan di Tiongkok, virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) menyebar ke berbagai negara di dunia dan menyebabkan timbulnya penyakit COVID-19 di mana-mana. Pada 11 Maret 2020, WHO telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Kondisi ini jelas tidak boleh diremehkan karena hanya ada beberapa penyakit saja sepanjang sejarah yang digolongkan sebagai pandemi.

Bisnis kelapa sawit merupakan bisnis padat karya, jika tidak ditangani dengan serius, hal ini akan menjadi potensi yang besar dalam penyebaran COVID-19. Oleh karena itu, perusahaan sadar harus segera melakukan upaya mitigasi dalam rangka mengantisipasi penyebaran virus corona di seluruh areal perkebunan kelapa sawit Telagdan Prima Agro pada khususnya dan di wilayah Indonesia pada umumnya. Upaya mitigasi yang dimaksud adalah langkah-langkah penanganan yang terencana dan terorganisir yang dilaksanakan berdasarkan dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Upaya mitigasi yang telah dilakukan oleh Perusahaan adalah :

1. Mengeluarkan kebijakan, prosedur dan ketentuan terkait dengan upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Diantaranya melalui Surat Edaran Upaya Pencegahan Penyebaran Pandemi COVID-19; Memorandum Pelaksanaan Work From Home (WFH) untuk KP Jakarta dan KPW Samarinda; Kewaspadaan Pandemi COVID-19 di KPW Samarinda; SOP Upaya Pencegahan Dan Penanganan COVID-19; SOP Prosedur Komunikasi Tanggap Darurat COVID-19; SOP Bekerja Dari Rumah (Work From Home); serta bentuk sosialisasi, himbauan dan edukasi pemahaman COVID-19 kepada seluruh karyawan dan pihak ketiga (kontraktor) melalui poster, flyer, edaran dan spanduk.

2. Pembentukan Tim Gugus Tanggap Darurat COVID-19 Pusat dan Wilayah.

3. Melakukan update data harian tanggap darurat waspada COVID-19 yang dapat diakses melalui portal website perusahaan

4. Menyediakan APD, menyediakan fasilitas sanitasi, menyediakan dan melengkapi obat-obatan dalam jumlah yang cukup dan memadai.

5. Melakukan RAPID Test bagi karyawan.

6. Melakukan isolasi mandiri dan monitoring terhadap ODP.

7. Memberikan perhatian ekstra terhadap keluarga staf kebun yang berada di Samarinda terkait dengan monitoring kesehatan, pemberian informasi dan edukasi, pemberian APD/sanitizer/vitamin dan logistik yang dibutuhkan (karena karyawan tidak bisa keluar kebun).

8. Memastikan kondisi ambulance siap pakai.

9. Memastikan ketersediaan petugas medis (dokter & perawat) dan memberikan perhatian khusus kepada mereka seperti APD standar, suplemen/vitamin selama masa tanggap darurat.

10. Koordinasi dengan call center 112 terkait mobilitas karyawan dan kontraktor yang berhubungan dengan aktivitas perusahaan.

11. Mengkomunikasikan dan menginformasikan situasi darurat terkini di Kaltim kepada shareholder dan kontraktor.

12. Membuat dan menetapkan skala prioritas terhadap proyek strategis yang penting dan genting untuk dilaksanakan.

13. Menunda semua kegiatan yang terkait optimalisasi areal sampai situasi memungkinkan dan lebih memprioritaskan pekerjaan yang terkait produksi dan kesehatan tanaman serta sustainability kebun.

14. Memprioritaskan pekerjaan yang bersifat preventif maintenance.

15. Mengkomunikasikan kepada instansi terkait perihal perizinan dan legalitas yang belum dapat diselesaikan/dipatuhi.

16. Mengkomunikasikan kepada pihak- pihak terkait perihal izin pembongkaran pupuk dan logistik lainnya.

17. Meminta keringanan atau penjadwalan pembayaran cicilan utang plasma kepada pihak eksternal (lembaga keuangan).

18. Membatasi dengan ketat perjalanan dinas.

19. Memastikan pembayaran kontraktor lokal, supplier sembako dan LPKP tepat waktu.

20. Memastikan ketersediaan stok beras di kebun mencukupi kebutuhan sampai bulan Juni 2020.

21. Membuat program “Dapur Hijau” dan menyediakan areal bercocok tanam di sekitar perumahan karyawan.

22. Melakukan evaluasi terhadap seluruh program pelaksanaan kegiatan Tanggap Darurat dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Mari jadikan momentum pandemi COVID-19 untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah dan rasa kepedulian kita terhadap sesama & tetap memperhatikan protokol kesehatan penanganan COVID-19. “Jaga jarak fisik, Jaga kesehatan, Jaga Solidaritas”. (Oleh: Sigid Kurniawan-HSSE Dept.)

Berita Terakhir

Articles
Sertifikasi ISPO PT Multi Jayantara Abadi

21 Desember 2021 – Jakarta: PT Multi Jayantara Abadi (MJA) yang merupakan salah satu entitas anak usaha dari PT…

Lihat selengkapnya
Articles
GUBERNUR DAN BUPATI BERAU BICARA DI COP26…

13 November 2021 – Indonesia (RI) menjadi salah satu narasumber di Conference of Parties (COP) United Nation Climate Change…

Lihat selengkapnya
Articles
Moving Forward, Bersama Teladan Prima Agro!

08 April 2021 – PT Teladan Prima Agro (TPA) menyelenggarakan konferensi interlan yang diikuti oleh seluruh manajemen, karyawan, dan…

Lihat selengkapnya