Inisiatif Keberlanjutan

Penyelamatan Orangutan

Menyadari pentingnya menjaga kelestarian dan kesinambungan hayati, dan semakin menurunnya jumlah hewan langka, PT Teladan Prima Agro Tbk atau TPA berkomitmen untuk aktif berkontribusi dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam usaha pelestarian orangutan. Orangutan termasuk ke dalam 25 spesies primata paling terancam punah di dunia, dan harus dilindungi. Saat ini, orangutan yang tersisa di dunia hanya dapat ditemukan di Kalimantan (Pongo Pygmaeus) dan Sumatera (Pongo Abelii). Fakta ini mendorong TPA menjadi perusahaan perkebunan pertama yang bekerjasama dengan Ecology and Conservation Center for Tropical Studies (ECOSITROP) dan Universitas Mulawarman dalam “Rencana Aksi Konservasi Orangutan dan Upaya Strategis Penyelamatan Orangutan di Perkebunan Kelapa Sawit”.

Di sisi lain, TPA menetapkan area high conservation value (HCV) pada unit operasional Entitas Anak untuk mewujudkan komitmen
atas pemeliharaan lingkungan dan menjaga biodiversitas. Satu di antara area HCV tersebut berada di PT Sawit Prima Nusantara yang
berlokasi di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Area HCV ini merupakan areal hutan sekunder tua (old secondary forest),
yang merupakan daerah lintasan orangutan dengan luas ±50 ha. Area tersebut lokasinya terkoneksi dengan kawasan hutan alam yang lebih luas, maka area HCV ini menjadi penting bagi perlindungan dan konservasi satwa liar yang ada di dalamnya. Pada area HCV tersebut telah hadir beberapa jenis satwa liar yang dilindungi, baik dari kelompok satwa terrestrial, seperti beruang madu (helarctos malayanus), kijang (muntiacus muntjac), kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis), dan lainnya maupun kelompok satwa arboreal, seperti orangutan (pongo p. morio), lutung merah (presbytis rubiconda), owa kalawat (hylobates muelerri) dan juga beberapa jenis burung dari kelompok rangkong (hornbill) serta kelompok burung pemangsa (raptor).

Untuk mendukung area HCV sebagai areal konservasi maka dalam pengelolaannya saat ini telah dibangun transek monitoring dan shelter untuk pengamatan satwa. Total panjang transek adalah sepanjang 1.600 meter dengan lebar 2 meter atau menggunakan areal seluas 3.200 m2 (0,32 ha), sehingga luas areal yang digunakan untuk transek monitoring seluas 0,32 ha atau sekitar 0,65% dari total luas kawasan area HCV seluas ±50 ha.

Diagram Alir Kerja SATGAS Penyelamatan Orangutan